Detil Berita
 

[no: 112]

JK Lantik Pengurus DMI Jatim Di MAS



Dengan berakhirnya kepengurusan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Prop. Jatim periode 2008-2013, pada Musda yang berlangsung bulan Desember 2012 lalu, dibentuklah kepengurusan baru DMI periode 2013-2018. Musda yang digelar di Hotel Utami Surabaya ini telah terpilih Ketua Pimpinan Wilayah DMI Prop. Jatim yakni Drs. H. M. Roziqi, MM. Beliau dipilih oleh masing-masing pimpinan perwakilan daerah secara aklamasi.

Jusuf Kalla selaku Direktur Imarah/IjtimaiyyahPimpinan Pusat DMI datang pada acara Pelantikan dan Rakerwil DMI pada 9 Maret 2013 lalu. Bertempat di Ruang Ash Shofa Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, ada sekitar 45 pengurus baru yang dilantik. DMI merupakan organisasi kemasjidan yang bersifat pemberdayaan, pembinaan dan kekeluargaan serta independen. Tujuan DMI mewujudkan fungsi Masjid sebagai pusat ibadahdan pengembangan umat dalam rangka peningkatan taqwa, akhlaqul karimah, kecerdasan umat untuk tercapainya masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT. DMI juga berfungsi sebagai mediator dan tempat konsultasi Masjid-masjid di seluruh Indonesia.

Diantara program kerja DMI antara lain pemberdayaan organisasi dan pengembangan SDM, melakukan pengembangan dakwah dan pengkajian, pengembangan potensi muslimah dan anak, pengembangan ekonomi umat dan Iptek berbasis Masjid, serta pengembangan komunikasim, informatika dan hubungan antar Masjid.

“Harapan saya selaku Ketua Pimpinan Wilayah DMI Prop. Jatim supaya Dewan Masjid menjadi pusat konsultasi, komunikasi, informasi dari takmir-takmir Masjid sesuai wilayah masing-masing. Diharapkan juga, pengurus yang baru bisa melaksanakan amanah dengan penuh semangat dan keikhlasan agar Masjid bisa dimakmurkan oleh jamaah dan Masjid juga bisa memakmurkan masyarakat di sekitarnya,’ jelas H.M. Roziqi dalam sambutannya. (fitri)


[no: 111]

Surgo Nunut, Neroko Katut di Kajian Muslimah MAS



Pepatah jawa yang mengatakan Surgo Nunut, Neroko Katut (jika suami ke surga, istri ikut ke surga. Jika suami ke neraka, istri juga ikut bersamanya, red). Apakah memang demikian? Untuk menjawab hal iru, Direktorat Imarah bagian Pembinaan Keluarga dan Kewanitaan MAS mengadakan Kajian Muslimah dengan tema Surgo Nunut, Neroko Katut, Sabtu 16 Maret lalu.

Bertempat di ruang Abu Bakar (Lantai Dasar MAS), acara ini dimulai pada Pukul 08.00 WIB. Sebanyak 80 peserta dari Majelis ta’lim Surabaya, Sidoarjo, dan jamaah muslimah secara umum juga ikut menghadiri. Kajian yang berdurasi tiga jam ini menghadirkan Drs. H.M. Ichsan Jusuf, SH, M. Hum sebagai pemateri. Ichsan Jusuf menyampaikan sebuah hadits Nabi riwayat Muttafaq ‘Alaih yang isinya bahwa diantara istri kalian yang termasuk ahli surga adalah mereka yang pengasih dan penyayang, memberikan keturunan yang banyak, dan memberikan kedamaian di hati suaminya. Jika suaminya marah, dia bersegera datang dengan menggenggam tangan suaminya sambil berkata, “sungguh, aku tidak bisa tidur sebelum kanda memaafkanku.

“ … dan aku melihat Neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. Para sahabat pun bertanya : “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?” Baginda s.a.w menjawab : “Kerana kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Baginda menjawab : “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) nescaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu. (Hadis Riwayat Imam Al-Bukhari),” jelas Ichsan Jusuf.

Dalam kesempatan ini pula, Ichsan Jusuf mengatakan bahwa hendaknya kita menjaga diri dan keluarga dari api naraka seperti firman Allah dalam Surah At Tahrim ayat 6, yang artinya Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. “Keluarga yang beriman akan dikumpulkan oleh Allah di surga kelak. Maka berbahagialah kita jika suatu hari nanti akan berkumpul kembali bersama suami, istri, anak-anak, dan keluarga yang kita cintai di surga. Karena Allah telah berjanji dalam firmannya di surat ath-Thur ayat 21 yang berbunyi Dan orang-orang yang beriman, sedangkan anak keturunan mereka mengikutinya dengan keimanan, maka kami susulkan anak keturuan itu kepada mereka. Dan kami tidak mengurangi sedikit pun dari amalan mereka. Saya berdoa Mudah-mudahan kita diperkenankan Allah berkumpul kembali bersama keluarga kelak di surgaNya. Nah, agar pasangan suami istri di dunia tetap menjadi pasutri di akhirat, maka tentu saja keduanya juga harus termasuk golongan orang-orang yang beriman. Karena jika keduanya kafir, di akhirat hanya akan ada permusuhan. Dan jika salah satunya kafir, maka tidak akan berkumpul di akhirat antara orang yang beriman dan yang kafir,” ujar Ichsan Jusuf menutup taushiyahnya. (fitri)


[no: 110]

Meraih Sukses UNAS Bersama KAI Remas Al Akbar



Dalam rangka memeriahkan Festival Maulid Nabi Muhammad SAW 1434 H sekaligus mempersiapkan adik-adik khususnya SMP dan SMA kelas XII yang akan menghadapi UNAS bulan April mendatang, Remas Al Akbar menggelar Kajian Arek Islam (KAI) hari Ahad, 10 Maret lalu.

Kajian yang bertema Hypnotherapy Training “Meraih Sukses Unas” ini dibimbing oleh seorang hypnotherapist PT. TRUSCO, Moch. Chudzil Chikmat, Spd.I, Cht. Acara ini dihadiri oleh 143 peserta yang terdiri dari siswa siswi SMP dan SMU di Surabaya dan Sidoarjo. Chudzil Chikmat mengarahkan dan memberi motivasi, semangat, dan pentingnya niat yang baik dalam menghadapi UNAS, “adik-adikku yang saya cintai, betapa motivasi, percaya diri, refreshing, usaha, dan do’a untuk mencapai keberhasilan adalah sangat penting baik itu dalam menghadapi UNAS maupun dalam meraih cita-cita kita,” jelas Chikmat.

Chudzil juga memutar video sebagai media visual tentang proses persiapan UNAS yang menggambarkan dua anak yang berbeda dalam usahanya mempersiapkan UNAS. Anak pertama sangat giat dan rajin belajar, berdoa dan shalat malam, sedangkan anak kedua bermalas-malasan dan menganggap enteng UNAS, bermain game dan lupa shalat. Maka kemudian anak kedua tidak lulus UNAS dan menjadi menyesal dengan kelalaiannya.

Acara yang dilaksanakan di ruang Muzdalifah (lantai dasar MAS) ini mengundang emosi peserta. Tampak sebagian besar peserta baik laki-laki maupun perempuan menangis sesenggukan ketika mendengarkan arahan dari pemateri,” kami berharap setelah acara ini adik-adik dapat terketuk hatinya untuk kembali mempersiapkan UNAS dengan baik dan bermujahadah dalam memperjuangkannya. Saya berdoa semoga adik-adik semua sukses UNAS dan lulus dengan gemilang,” ujar Drs. H. M. Roziqi, MM sebagai Direktur Imarah Ijtimaiyyah MAS saat membuka acara. (fitri)


halaman [0][1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18][19][20][21][22][23][24][25][26][27][28][29][30][31][32][33][34][35][36][37][38][39][40][41][42][43][44][45][46][47][48][49][50][51][52][53][54][55][56][57][58][59][60][61][62][63][64][65][66][67][68]