Sekilas Al Akbar
- Sejarah
- Struktur Organisasi
- Manajemen
- Direktorat
 
Fasilitas
- Perpustakaan
- Ruangan
- Menara
- Radio SAS FM
- Poliklinik
- Klinik Islami
- Database Jama'ah
 
Program
- Ma'had Aly
- LAZ MAS
- Kajian
- TPQ
 
Organisasi
- Remas
- Pengamal
- Hisamal
- Karang Werda
- Club Jantung Sehat
- Forkomas
 
Anda Pengunjung ke :

 
 
 
Detil Khutbah

KH Abdurrahman Nafis, Lc

Syahadat, Makna dan Konsekuensinya

25-10-2014 | 10:31:58

Pintu masuk seorang yang ingin memeluk agama Islam adalah dengan bersyahadat. Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW : Islam dibangun lima pilar, Syahadat, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan haji ke Baitullah. Asyahadu (aku bersaksi). Yang maknanya i’laan (publikasi), Alwa’d (janji), al Iqraar (ikrar), al Qasam (sumpah). Di mana orang yang bersaksi tidak harus melihat obyek apa yang dia ucapkan. Beda dengan usyaahidu yang maknanya menyaksikan, kata ini membutuhkan obyek yang harus dilihat. (QS Ali Imran :18)

An laa ilaaha (bahwa tidak ada Tuhan). Meniadakan semua bentuk tuhan. Tuhan (ilah) adalah semua yang diagungkan, yang ditaati, yang dilebihi dari yang seharusnya. Sehingga, maknanya adalah tiada yang menciptakan, tiada yang memberi rizki, tiada yang menghidupkan dan mematikan, tiada yang dijadikan hakim. Illallah (kecuali Allah). Tiada yang dipertuhankan selain Allah, tidak ada yang kita sembah, selain Allah, tiada yang kita taati selain Allah, tiada yang kita lebihkan kecuali Allah. Inilah yang disebut tauhid uluhiyah. Maka, orang yang sudah mengucapkan syahadat ini, jangan sampai mempertuhankan uang, mempertuhankan jabatan, mempertuhankan pemimpin, karena akan menodai syahadat itu sendiri.

Wa asyhadu anna muhammadan rasulullah (dan aku bersaksi, bahwa Muhammad adalah utusan Allah). Artinya berjanji, bertekat, meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. Tidak ada nabi lagi setelahnya.

Jika seseorang sudah mengucapkan syahadat tersebut, maka dia sudah disebut sebagai seorang muslim, asal memenuhi tiga syarat : iqraarun bil lisaan, wa’tiqaadun bil janaan, wa ‘amalun bil arkaan (diikrarkan dengan lisan, diyakini dengan hati, dan diamalkan dengan anggota badan). Itulah pintu masuk sebagai seorang muslim. Pintu yang paling pokok ketika akan memasuki rumah besar yang bernama Islam. Namun, setelah itu harus dilanjutkan dengan rukun Islam yang lainya yakni shalat, zakat, puasa dan haji. Sehingga diharapkan bisa menjadi mukmin bahkan muhsin. Adapun sikap seorang muslim terhadap orang yang sudah bersyahadat adalah lahuu maa lana wa’alaihi maa ‘alaina (dia mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan kita). Kita harus menghormati seperti saudara kita. Bila bertemu mengucapkan salam, jika dia meminta nasehat, berilah nasehat itu, jika dia sakit, maka jenguklah, bila dia meninggal dunia, berta’ziyah. Jangan sampai mengkafirkan sesama muslim. Bahkan jika dia belum melakukan kewajiban sebagai seorang muslim pun, kita tidak boleh mengganggunya.

Dikisahkan, pada saat berkecamuknya peperangan, antara pasukan muslim dengan pasukan kafir yang memusuhi Islam. Pada saat pasukan kafir terdesak, ada seorang di antara mereka yang sepontan mengucapkan “syahadat”. Anggapan pasukan Islam, dia mengucapkan syahadat itu hanya tipu muslihat saja, agar dibebaskan, dan bisa menyelamatkan diri, sehingga dia langsung dibunuh. Setelah kejadian ini diceritakan oleh Rasulullah SAW, beliau menegur sahabat yang membunuh musuh yang telah bersyahadat tersebut dengan bersabda : “ataqtulu musliman?” (apakah kau membunuh seorang muslim?).”Ya Rasulullah, dia musuh kita, dia kafir, dan dia lakukan itu hanya tipu muslihat saja”, dalih sahabat tersebut. Rasulullah mengulangi lagi sabdanya hingga tiga kali : “ataqtulu musliman?” (apakah kau membunuh seorang muslim?). Begitulah, seseorang walaupun belum melakukan kewajiban sebagai seorang muslim, tetapi sudah mengucapkan dua kalimah syahadat, maka dia sebagai muslim yang hak-haknya sama dengan yang sudah dulu mengucapkannya.

Memang, orang yang setelah mengucapkan dua kalimah syahadat ada beberapa tuntutan, yakni mengerjakan shalat. Shalat adalah tiang agama, barang siapa yang mendirikan shalat, berarti telah menegakkan agama, dan siapa yang meninggalkan shalat, maka dia telah merobohkan agama. Bahkan ada hadits nabi yang menyatakan : Janji aku dengan kamu adalah shalat, orang yang meninggalkan shalat berarti dia telah kafir. Kata “kafir” inilah yang kemudian para ulama’ berbeda pendapat. Menurut Imam bin Hambal menyatakan bahwa orang yang sudah bersyahadat kemudian tidak mengerjakan shalat, maka dia dianggap telah kafir, dan jika meninggal dunia, tidak dirawat secara muslim. Menurun Imam Syafi’i dan jumhur ulama’ membagi kafir itu menjadi dua. Kufrun nikmah (kafir terhadap nikmat Allah) dan kufrul millah (kufur terhadap agama). Islam merupakan nikmat Allah yang diberikan kepada seorang, sehingga jika dia tidak melakukan shalat maka dia termasuk kufrun nikmah, karena tidak mensyukuri nikmat Allah berupa Islam itu. Sehingga, orang yang kufur nikmah dia tetap muslim, tetapi, orang tersebut akan disiksa dengan siksaan yang amat pedih. ( QS Ibrahim : 7). Kafir millah (kufur agama), adalah seseorang yang ingkar terhadap kewajiban Islam. Meyakini shalat tidak wajib, orang Islam cukup syahadat saja, dlsb. orang yagn seperti ini yang sudah tidak dianggap sebagai seorang muslim, dan jika meninggal, tidak dirawat sebagaimana muslim lainnya. Ini yang menurut Imam Syafi’i kafir yang sebagaimana dinyatakan dalam hadits tersebut.

Semoga kita menjadi hamba Allah yang tetap mempertahankan Islam, hingga akhir hayat kita. Amin.

Khutbah sebelumnya :

  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita
  • Majalah Al Akbar Online

    Edisi September 2014

    Judul :Kemerdekaan yang Hakiki

    Download Cover September 2014
    Download Layout edisi September 2014

     
    Khutbah Jumat

  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat

    Selanjutnya

  •  
    Khatib Shalat Jumat

    Jum'at, 17 Oktober 2014

    Prof DR H Ahmad Zahro, MA

    Tema : Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional

     
    Kajian Ahad Pagi

    AHAD, 19 OKTOBER 2014

    H. FARMADI, S. AG, M. PDI

    Tema : KESEDERHANAAN HIDUP RASULULLAH SAW.

     
     
     
     
     

    Copyright @ Masjid Nasional Al Akbar Surabaya
    Ikhlas Profesional
    Jl. Masjid Al Akbar Timur No.1
    Surabaya 60232 Indonesia
    +62 31 8289755-56, (F) +62 31 8286896